November 16th 2010 @ 10:29 pm
hujan sudah benar-benar mengguyurku. aku basah kuyup kini. sendiri mematung di ujung jalan, menikmati sisa rintik hujan. daun-daun di ujung ranting bergerak seirama mengikuti arah angin. siluet jingga lampu jalanan menyorot tajam ke arahku, memantabkan peranku sebagai lakon dari kisah yang sedang aku jalani.
dingin? aku tak tahu lagi arti kata itu. karena aku sudah hampir beku. hatiku nyaris beku. jika saja air mata bisa mencairkan kebekuan ini, tentu aku akan lebih memilih untuk menangis, tapi sepertinya air mataku pun mulai membeku.
ah biarlah aku membeku, asal doaku tak turut membeku pula. dan semoga, ketika mentari hadir esok hari, kebekuan ini akan meleleh pelan-pelan.
0 komentar:
Posting Komentar