Ada satu tempat, yang bisa membuatku sangat nyaman berada di dalamnya. Tempat yang awalnya hanya aku yang tau. Tempat di mana aku bisa meluapkan egoku setinggi-tingginya. Hanya kedamaian yang aku dapatkan di sana. Termasuk juga semua kenangan masa lalu yang hanya bisa aku tertawakan kini, saat semua sudah berlalu namun membekas begitu dalam di kalbuku. Aku bisa menangis sepuasnya di sana, karena dia hanya mengizinkan aku menangis jika aku sedang berada di sana.
Aku tak pernah peduli seberapa kotornya tempat itu, aku tetap menganggapnya sebagai tempat terindah. Bukan karena aku bodoh, bukan karena aku buta. Aku memang menyayangi tempat itu, aku selalu mendambakan bisa selamanya tinggal di sana, tapi itu mustahil, aku sadari itu.
Aku juga tak pernah memikirkan seberapa nistanya tempat itu, bagiku tempat itu tetap jadi tempat terindah. Tempat yang hanya aku yang tau pesonanya, yang hanya aku yang mengerti bagaimana indahnya, yang hanya aku yang bisa merasakan kedamaian yang diciptakannya, yang hanya aku yang bisa menangis sepuasnya di sana, yang hanya aku yang mengerti bagaimana dia mampu memanjakan pengunjungnya, yang hanya aku yang mengetahui detail tentangnya.
Sayang, aku tak bisa membersihkan kotoran2 di sana, tak bisa menghapus setitik nila yang seolah telah merusak semua keindahan yang dimilikinya.
Tapi aku tau, ada satu celah yang masih benar2 bersih dan tak terjamah siapapun. Celah yang hanya aku yang tau, yang hanya aku yang bisa memasukinya. Meski nyaris tak tertangkap indera penglihatan, aku tau, aku yakin tempat itu masih ada. Tempat yang nyaman, penuh kedamaian, yang bisa memanjakan, yang halus, yang bisa menjadi cawan yang bisa menampung lelehan air mataku, yang memberiku ruang yang sangat luas untuk melambungkan egoku. Aku tau tempat itu masih ada dan hanya ada untukku.
0 komentar:
Posting Komentar