Januari 2012..
Di suatu sore yang galau, sebuah sms mampir ke hp-ku. Dari
Dini, seorang teman masa KKN yang paling dekat denganku.
Dini : “Nduk, arek2 mau ke malang lho tanggal 7 besok. Kamu
ikut ndak?”
Aku : “Maauuu, tapi kalo kamu juga ikutan :D”
Dini : “Kalo kamu ikut, aku juga ikut. Ndak asik kalo ndak
ada kamu”
Aku : *hadeeeeh* “Asiiiiiikk... Oke deh, aku ikut din”
Kulingkari tanggal 7 di kalender bulan Januari. Rasa-rasanya
aku benar-benar sedang butuh liburan. Belakangan memang lagi galau tingkat dewa
dan mengakibatkan terserang berbagai macam penyakit sekaligus penurunan berat
badan yang cukup signifikan *ah, lebay*
Tapi memang serius, akhir tahun 2011 dan awal tahun 2012
kemarin kurasakan sebagai saat-saat terberat dalam hidupku yang udah hampir
seperempat abad ini. Ya, waktu itu aku seperti ada di titik terendah dalam
hidupku, terpenjara dalam ruang hampa udara yang kuciptakan sendiri.
Bertahun-tahun mencari jalan keluar, sampe pasrah, dan sampe nemu daya lagi dan
tau gimana harus keluar, tapi malah dibungkam sama keluarga.
Penasaran yaa masalahnya apa? :p
Yang jelas masalah cinta *eciyeeeeeeeeehh* tapi sepertinya
bukan pada tempatnya kalo dibahas di sini. Lagian, it’s so yesterday. Aku sudah
bisa berdamai dengannya, jadi hanya pelajaran yang kuambil dari situ, tentang
bagimana seharusnya lelaki memperlakukan perempuan yang akan disayanginya,
bahkan yang berniat dijadikannya istri dan tentang kuasa Allah
membolak-balikkan hati manusia. Lain kali saja dibahas :p
And it’s the day. Tanggal 7 pagi itu aku sms Dini, karena
setelah sms ajakan itu, dia hilang. Di sms balasannya, Dini bilang acara itu
ditunda seminggu kemudian, tanggal 14, karena hari itu banyak temen-temen yang
berhalangan ikut. Sudah feeling ndak enak aja neh, soalnya kalo udah begini ini
biasanya banyak batalnya. Hahahaha...
Dan akhir pekan itu kulewatkan dengan menjadi patung hidup
dengan topeng senyum karena harus memenuhi tuntutan peran sebagai pidana ruang
hampa udara dan pergi ke probolinggo. Akhir minggu yang kurasa sangat berat dan
berbuntut panjang karena minggu berikutnya aku lebih seperti pesakitan yang
menunggu hukuman gantung. *lebay banget yak?*
Kabar yang bisa membuatku sedikit tersenyum itu datang di
tengah minggu. David, seorang teman semasa KKN juga woro-woro tentang acara
tanggal 14 itu. Dan aku mencatatkan namaku di deretan orang-orang yang sedang
butuh liburan singkat akhir pekan itu. Tanggal 14 Januari itu, hari Sabtu,
dijadwalkan berangkat sore.
Mendekati harinya, Jumat malam tepatnya *saat itu aku lagi
nginep di rumah ratu galau alias priesta* aku mulai mikir, kira-kira siapa yang
bisa kukorbankan buat memboncengiku dari Surabaya ke Malang? Karena ndak
mungkin aku bawa sepeda motor sendiri, mengingat kondisi sepeda motor yang sama
sekali tak tahan banting kalo dipakai jalan jauh, apalagi menanjak.
Akhirnya kuputuskan untuk ngirim bbm *kebetulan udah tukeran
pin waktu itu* si David yang waktu itu jadi ketua rombongan. Dan dengan
sukarela dia menawarkan diri untuk menjadi korbanku. Malam itu juga aku mulai
membayangkan pegelnya badan ini kalo diboncengin pake vixion dari Surabaya ke
Malang. Tapi tak apalah, demi otakku yang mungkin bakal gila kalo ndak diajak
liburan.
Dan hari itu datang. Sore itu, lepas ashar, David nongol di
depan pagar kostku. Teman-teman yang lain sepakat ketemu di KFC A.Yani jam 3.30
sore. Sesampainya di KFC, David pesen menu ringan sambil nunggu yang lain
dateng. Dan ada sedikit pembicaraan yang bikin cegek.. :D
Aku : udah lama ya kita ndak ketemu, udah lama juga ndak keluar
bareng temen-temen KKN
David : iyaa, udah dari lulus ya? Paling yang sering ketemu
ya cuma beberapa
Aku : eh, ini nanti siapa aja yang ikut?
David : bang Roy sama Wiyung mau ikut katanya, tapi semalem
bang Roy kena musibah, kakeknya meninggal. Jadi dia ke Tulungagung hari ini
Aku : dan otomatis mas Indra (Wiyung) juga ndak jadi ikut
dong?
David : sepertinya begitu
Aku : trus siapa lagi yang bilang bisa ikut?
David : Topik sama Dini *mringis
Aku : jadi kita berempat aja neh? *melongo tiada tara
David : iyaa, yang penting bisa refreshing *mringis lagi
Aku : *hadeeeeeeeeeeeeeeeh*
![]() |
menu menunggu :D |
Dan perjalanan Surabaya – Malang pun ditempuh oleh dua motor
vixion dengan masing – masing bawa dua penumpang. Serunya lagi, sore itu langit
mendung tebal. Baru aja sejengkal masuk Sidoarjo, hujan deras mengguyur dan
alhasil sepanjang perjalanan kita berhujan-hujan ria, tapi pake jas hujan koq.
Hehehe...
To be continue...
2 komentar:
cuma berdua pesenannya tiga, kecil lagi.padahal si kecil nya belum ada :p
ada yg porsinya double ituuu...
xixixixixixi....
Posting Komentar