Aku adalah sebatang pohon yang rapuh di tengah gurun tak berujung
Ketika hujan tak ada yang meneduhkanku hanya untuk menunggu bayangmu
Jiwa ini meratapi hidup yang bagai tanpa batas
Menangisku melawan belenggu jiwa ini
Inginku berteriak melepas segala belenggu ini
Ketika batangku mulai retak dan langit menertawakanku seakan aku tak berguna
Tuhan, tunjukkan jalanku, dengar jeritan hati ini
Tolong rasakan pedih ini
Aku sudah tak sanggup untuk menunggu hadirmu
Semua hanya fatamorgana yang tak kan ada
Hujan turun tanpa mendung
Begitu juga aku menangis takada sebab
Aku selalu aku yang begini
Hanya angin yang membawa asaku pergi
Tapi di mana engkau sekarang
Dirimu tak kan hadir walau aku berteriak, menangis
Kini aku mengais-ngais sisa hidupku, merangkak tuk pergi
Tapi semua tak ada harapan
Ulurkan tangan-Mu, Tuhanku
* sebuah puisi yang tercecer, dibuat sekitar akhir tahun 2005 (pwi)
0 komentar:
Posting Komentar