Bukan kamu yang mendekatiku
Bukan pula aku
Kita bahkan sering kali membuang muka
Hanya menatap lewat sudut mata
Memilih menancapkan pandang pada senja yang jingga
Bukan kamu yang memilihku
Bukan pula aku
Aliran sungai yang kita ikuti mempertemukan kita di lautan
Bercampur dengan ribuan hulu lain
Toh kita masih diberi jalan untuk saling menemukan
Ada ruang dalam hati kita
Tersekat dengan sendirinya
Dengan dinding-dinding yang kokoh
Terkunci di dasar hati
Seperti harta karun dari kapal perompak karam di lautan
Kita tak pernah meminta
Tapi dia ada
0 komentar:
Posting Komentar